Jumat, 28 November 2014

Wisata Kuliner di Batam, Tanjungpinang, dan Bintan


Untuk wisata kuliner, bagi saya ada dua tempat yang menjadi favorit saya, yaitu sop ikan batam di Nagoya dan aneka makanan laut seafood di komplek harbour bay. Untuk yang di Nagoya, favorit saya adalah sop ikan batam, ikan masak asam manis, dan rebus kerang gonggong. Untuk menu favorit saya di restoran-restoran yang berada di komplek harbour bay adalah aneka seafood-nya dengan suasana restoran pinggir laut yang dapat menikmati pemandangan kota Singapura dari kejauhan serta aroma bau laut yang khas.


Untuk harga-harganya, termasuk wajar, bahkan untuk menu yang sama, harganya relatif lebih murah dari harga di Jakarta. Sehingga jangan heran, banyak warga Singapura datang ke kota Batam hanya sekedar untuk menikmati makan malam saja. Mana ada harga semurah itu untuk satu menu yang sama di Singapura? Apalagi singapura – batam dapat ditempuh dengan naik fery seharga Rp 400 rb/orang untuk pulang pergi.
13988305231473254393
Mi lendir. (Foto: Arif RH).


“Mi lendir itu kayak apa?” tanyaku heran.
“Pokoknya liat aja besok pagi. Susah menjelaskan kalau nggak ngeliat sendiri,” jawabnya sambil tertawa kecil.
Keesokan hari sekitar pukul 06.30 WIB temanku menjemputku di hotel. “Ada dua temanku yang sudah di Nagoya untuk memesankan kursi untuk kita,” katanya.
Nagoya salah satu pusat perekonomian di Batam. Kawasan ini tak pernah tidur sepanjang 24 jam. Aku dan temanku naik mobil, dan sekitar setengah jam kami tiba di Nagoya. Dua anak buah temanku menyambut kedatangan kami. Selanjutnya kami menuju ke warung mi lendir. Pagi itu banyak sekali yang sarapan mi lendir. Mi lendir berupa mi rebus, kuah, saos, dan telur. Aku mencicipi sedikit kuahnya. Hmmmm…nikmat. Lalu aku mulai makan mi dan telurnya. Rasa mi lendir memang berbeda dengan mi rebus di tempat-tempat lain.
“Gimana? Mantap kan?” tanya temanku.
“Sip,” kataku.
Setelah sarapan mi lendir, aku bersama temanku dan seorang anak buahnya meluncur ke Pelabuhan Punggur, Batam. Kami lalu naik kapal Baruna Permai menuju ke Kota Tanjungpinang, ibukota Provinsi Kepulauan Riau. Tanjungpinang terletak di Pulau Bintan. Sekitar sejam perjalanan kami tiba di Pelabuhan Tanjungpinang, dan di pelabuhan itu telah menunggu seorang pemuda yang ternyata anak buah temanku. Kami kemudian meninjau sebuah lokasi proyek raksasa yang digarap oleh temanku.
1398830658627610877
Martabak dan teh tarik. (Foto: Arif RH)


Sekitar sejam kami di lokasi proyek, lalu kami menuju ke kedai kopi Pagi Sore di Tanjung Pinang pukul 12.00 WIB. Menu khas kedai itu Pagi Sore adalah martabak dan teh tarik. Sebenarnya aku masih kenyang. Namun, untuk menghormati temanku yang bercerita panjang lebar tentang kenikmatan martabak di restoran itu, aku menyantap martabak. Eh, bener kata temanku, rasanya nikmat.
“Di Tanjungpinang banyak yang berjualan martabak, tapi yang paling terkenal martabak di kedai Pagi Sore ini. Lokasinya strategis, di jantung kota, dan rasanya lezat,” kata temanku.
Kami melanjutkan perjalanan ke Tanjung Lagoi, Kabupaten Bintan, meninjau perkembangan sebuah hotel dan pembangunan pelabuhan. Perjalanan ke Tanjung Lagoi memakan waktu kurang lebih dua jam. Temanku punya andil dalam pengurusan perizinan pembangunan hotel dan pelabuhan milik pengusaha asing itu. Manajer dan para karyawan hotel menyambut hangat kedatangan kami. Manajer hotel menawari kami bersantap siang. Karena masing kenyang, aku dan teman-teman hanya memesan orange juice, kopi, dan teh manis.


139883087760182873


Keong menu utama di Bintan Sayang Resort. (Foto: Arif RH)
Sabtu (22/2/2014) hari terakhir tugasku. Sekitar pukul 09.00 WIB temanku mengajak sarapan sop ikan di Restoran Yong Kee yang berlokasi di Nagoya. “Kalo ke Batam nggak mampir ke Restoran Yong Kee nggak afdol. Restoran Yong Kee dengan menu utamanya sop ikan ini sangat terkenal,” ujar temanku dengan penuh semangat.
1398830931360779655

Sop ikan di Restoran Yong Kee di kawasan Nagoya, Batam. (Foto: Arif RH)

GONG GONG 

Gong Gong atau Siput merupakan makanan khas masyarakat di Kepulauan Riau. Makanan ini biasanya diolah dengan cara direbus lalu dimakan begitu saja dengan sambal khusus. Gong gong tidak hanya terkenal di Kepri tetapi juga sudah dikenal hingga ke Malysia, Singapura, Korea, Thailand hingga India karena rasa dan aromanya yang khas. Di Kepri sendiri, hewan laut ini banyak ditemukan di perairan Desa Lobam, Tanjung Uban, Pulau Bintan, dan Batam. Kandungan gizi gong gong sangat tinggi bahkan sebagian orang percaya dengan makan gong gong, mampu merasang pertumbuhan hormon serta meningkatkan vitalitas. 



MIE TATEMPA 

Mie Tapempa atau Mie Siantan berbahan mie kuning dari tepung terigu, telur, kecambah dan potongan ikan laut yang digoreng dengan bumbu cabai serta khas ini sangat mudah ditemui kalu anda berada di Kabupaten Anambas tetapi anda tidak perlu jauh-jauh ke sana utuk menikmatinya. Di Tanjung Pinang ada satu tempat yang sudah terkenal menjual mie. Tapempa yakni kedai kopi selera Bintan yang beralamat di jalan Basuki Rahmat. 




LEMPOK DURIAN 

Lempok durian adalah sejenis dodol yang dibuat dari buah durian Siantan yang lezat. Panganan khas Anambas ini memiliki rasa yang khas dan lebih legit jika dibandingkan lempok durian buatan Sumatera ataupun Kalimantan. Pembuatan lempok ini dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat dengan teknologi sederhana. Untuk mendapatkannya. Anda bisa membelinya di sejumlah kedai makanan yang tersebar di sejumlah titik di Kota Tarempa atau Letung. 




LAKSE 

Lakse adalah makanan sejenis mie yang dicampur dengan bumbu racikan khas Tionghoa dan Melayu. Lakse memiliki bentuk mie bulat putih dan sedikit tebal. Nama lakse diambil dari bahasa sansekerta yang mempunyai arti banyak, menunjukan bahwa mie lakse dibuat dengan berbagai bumbu. Lakse khas Anambas masuk dalam kategori lakse kari. Kuahnya yang lemak dan pedas serta kaya akan rempah, dijamin enak dan membuat anda ketagihan untuk mencobanya lagi. 


KERUPUK ATOM 

Makanan renyah khas Anambas ini terbuat dari ikan tongkol rasanya yang lezat dan gurih ini sangat cocok untuk dinikmati sebagai cemilan maupun teman makan anda. Di kota Tarempa atau Letung, panganan tradisional ini bisa diperoleh di kedai-kedai atau langsung ke tempat membuatnya. Umumnya kerupuk atom ini diproduksi oleh rumah tangga dan dalam jumlah terbatas. Produsennya bahkan kadang hanya memproduksi unuk memenuhi pesanan saja. 




TEH TARIK 

Teh tarik adalah minuman khas Kepri yang umumnya diracik oleh mereka yang beretnis Inda. Minuman ini berupa teh yang diberi susu kental manis yang dituangkan dari satu gelas ke gelas lainnya (ditarik). Dalam proses penarikan ini, kandungan-kandungannya teh dan susu menjadi semakin tercampur rata dan aromanya juga ke luar. Proses penarikan ini juga membantu mendinginkan suhu minuman dan memberikan lapisan busa lembut di bagian atasnya. Tidak sulit untuk menemukan teh tarik di Kepulauan Riau. Karena hampir di semua kedai kopi menjajakan minuman yang satu itu. 









KOPI HAWAII 

Berkunjung ke Kijang Bintan, sempatkan kunjungi kedai kopi yang satu ini. Namanya kedai kopi hawaii. Konon, kopi yang diracik di kedai ini memiliki rasa yang khas, berbeda dengan kopi-kopi di tempat lain. Tertarik? Datang dan buktikan sendiri. Namun jangan kaget, kalau datang ke kedai ini, anda bisa-bisa tidak kebagian kursi sebab sejak pagi buta, kedai ini sudah dipenuhi pengunjung terutama mereka para penikmat kopi hawaii. 





SUP IKAN 

Inilah salah satu kuliner khas Batam yang patut anda coba kalau datang ke Kota Batam. Sup ikan Batam ini biasanya berbahan ikan tenggiri dan termasuk kategori clear soup atau sup dengan kuah yang cenderung jernih. Sedikit perasa air jeruk nipis serta beberapa tetes kecap asin. Lalu kalau anda menyukai rasa pedas, silakan tambahi rajangan cabai rawit ke dalamya. Rasanya? Sudah pasti lezat dan gurih. 










OTAK-OTAK 

Siapa yang tak kenal otak-otak? Makanan khas Indonesia ini gampang ditemui di Kepulauan Riau. Bentuk dan macamnya juga beragam. Bahan utamanya tentu berupa ikan tapi sebagian ada juga yang campuran sotong. Masng-masing daerah, memiliki kekhasan sendiri dalam meracik otak-otak. Tapi packagingnya tetap sama yakni dibungkus menggunakan daun kelapa. Otak-otak gampang ditemui di sejumlah kawasan seperti Tanjung Pinang, Kijang, Moro, Tarempa, Ranai, Batam dll. 




TEH OBENG 

Bagi anda yang baru pertama kali belibur ke Kepulauan Riau jangan kaget apabila anda tidak menemukan kata-kata es teh manis dalam daftar menu yang ditawarkan kedai atau restoran. Sebab, di Kepri orang lebih familir menyebut es teh manis dengan sebutan “teh obeng” istilah “teh obeng” berasal dari kata “peng” yang dalam bahasa Tionghoa bermakna es. Namun kebanyakan masyarakat Melayu lebih sering menyebutnya dengan “beng” bukan “peng” seperti kata aslinya. Rasa teh obeng ini sendiri sama halnya dengan es teh manis kebanyakan.










IKAN BAKAR 

Bagi anda penggamar makanan seafood, kalau bertandang ke Kepulauan Riau, coba jajal ikan bakar. Di daerah lain, orang biasanya kerap menggunakan kecap sebagai bumbu utama, tapi di kepri, bumbu ikan bakar adalah kunyit dan bawang putih. Tentu saja rasa yang didapat berbeda. Lebih gurih dan renyah. Banyak pilihan jens ikan yang ditawarkan, mulai dari ikan Selar Bawal, Pari, Bulat, Sotong, Udang , dll.



BATANG BURUK 

Filosofi “Biar pecah dimulut jangan pecah ditangan” menggambarkan bagaimana seseorang bangsawan mempunyai etika pada saat makan. Tak terkecuali ketika sedang mencicipi sebuah panganan. Apabila seseorang bangsawan terburu-buru dan ceroboh ketika makan atau mencicipi panganan, maka mencermikan betapa buruknya tingkah laku bangsawan tersebut. Inilah sebuah pesan bijak dari sebuah pangan kalangan bangsawan melayu bernama kue batang buruk. Nama boleh buruk, tapi cita rasanya yang lezat akan membuat anda ketagihan. 





KUE BERAM DERAM

Deram deram merupakan kue tradisional khas melayu yang banyak terdapat di Tanjung Pinang khususnya di Pulau Penyengat. Kue ini bentuknya seperti donat yan memiliki lubang di tengahnya. Hanya saja ukuranya lebih kecil dan tentu cita rasa yang dihasilkan berbeda. Penasaran? Jangan luput membeli panganan ini kalau bertandang ke Tanjung Pinang atau Pulau Penyengat. 






KUE BILLIS GULUNG

Kue billis gulung biasanya dinikmati masyarakat Kepulauan Riau sebagai camilan sore atau teman menonton televisi. Rasanya gurih dan enak. Karena bisa tahan lama hingga beberapa bulan, kue ini cocok dijadikan sebagai buah tangan.untuk memperoleh kue billis ini hampir ada di setiap toko oleh-oleh. Untuk setiap 300 gram kue billis gulung dihargai sekitar Rp.30.000,00





KEK PISANG VILLA 

Bagi anda yang ingin berwisata ke Kota Batam, maka anda wajib mencoba oleh-oleh khas Batam yang satu ini, yakni Kek Pisang Villa. Panganan yang satu ini memiliki variasi rasa yang sangat menrik yaitu : blackforest, blueberry, chesse, choconut, mixfruit, mocha, dan original. Dengan kemasan yang menarik, serta rasanya yang enak, kek pisang villa bisa anda jadikan oleh-oleh untuk keluarga kolega, tetangga,serta atasan anda.


uhhmaakkkk nikmatt !! :G

Sejarah Kota Batam Kepulauan Riau



Sungguh Menyenangkan Berwisata di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau



Kalau saya ditanya; apa yang menarik dari Kota Batam? Saya akan menjawab: wisata konferensi / MICE, kuliner, wisata belanja tas dan fashion lainnya, cokelat, serta parfum. Dan bentuk wisata itulah yang saya nikmati pada setiap saya berkunjung ke Kota Batam.





Pulau Batam beserta pulau-pulau kecil lainnya
Batam dilalui lalu lintas kapal yang sibuk
Alam lautnya yang mempesona
Batam terbentuk dari suku laut
Pengembangan infrastruktur yang pesat
Pembangunan perumahan yang pesat karena permintaan yang tinggi
Kota Batam terletak di Provinsi Kepulauan Riau yang berdekatan dengan negara Singapura, berada di sebuah pulau dengan luasan 620 km2, yang berarti Pulau Batam termasuk katagori pulau kecil (definisi pulau kecil adalah pulau dengan luasan < atau = 2000km2).  Letak Kota Batam yang berdekatan dengan Singapura menjadikan Kota Batam memiliki daya tarik tersendiri. Interaksi yang kental antara ke dua masyarakatnya menjadikan kehidupan masyarakat Kota Batam lebih semarak, baik sosial maupun ekonomi.


Kota Batam berada di jazirah Melayu, sehingga kebudayaan Melayu meresap ke dalam kehidupan sehari hari masyarakatnya. Namun demikian, karena Kota Batam sudah menjadi kota dagang dan industri, sehingga kombinasi budaya lain dengan budaya setempat bisa terjalin kuat. Saat ini penduduk Kota Batam setidaknya terdiri dari: suku Melayu, Jawa, Tionghoa, Minang, Batak, dan kini banyak pendatang dari Flores. Akulturasi budaya-nya terjalin harmonis antara satu dengan lainnya.

Kota Batam adalah kota terbesar di Kepulauan Riau dan merupakan kota dengan populasi terbesar ke tiga di wilayah Sumatra setelah Medan danPalembang, Menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam Per April 2012 jumlah penduduk Batam mencapai 1.153.860 jiwa. Metropolitan Batam terdiri dari tiga pulau, yaitu BatamRempang danGalang yang dihubungkan oleh Jembatan Barelang. Batam merupakan sebuah kota dengan letak sangat strategis. Selain berada di jalur pelayaran internasional, kota ini memiliki jarak yang cukup dekat dengan Singapuradan Malaysia. Batam merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia. Ketika dibangun pada tahun 1970-an awal kota ini hanya dihuni sekitar 6.000 penduduk dan dalam tempo 40 tahun penduduk Batam bertumbuh hingga 158 kali lipat.


Pulau Batam dihuni pertama kali oleh orang melayu dengan sebutan orang selat sejak tahun 231 Masehi. Pulau yang pernah menjadi medan perjuangan Laksamana Hang Nadim dalam melawan penjajah ini digunakan oleh pemerintah pada dekade 1960-an sebagai basis logistik minyak bumi di Pulau Sambu.
Pada dekade 1970-an, dengan tujuan awal menjadikan Batam sebagai Singapura-nya Indonesia, maka sesuai Keputusan Presiden nomor 41 tahun 1973, Pulau Batam ditetapkan sebagai lingkungan kerja daerah industri dengan didukung oleh Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam atau lebih dikenal dengan Badan Otorita Batam (BOB) sebagai penggerak pembangunan Batam.
Seiring pesatnya perkembangan Pulau Batam, pada dekade 1980-an, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 1983, wilayah kecamatan Batam yang merupakan bagian dari kabupaten Kepulauan Riau, ditingkatkan statusnya menjadi Kotamadya Batam yang memiliki tugas dalam menjalankan administrasi pemerintahan dan kemasyarakatan serta mendudukung pembangunan yang dilakukan Otorita Batam.
Di era reformasi pada akhir dekade tahun 1990-an, dengan Undang-Undang nomor 53 tahun 1999, maka Kotamadya administratif Batam berubah statusnya menjadi daerah otonomi, yaitu Pemerintah Kota Batam untuk menjalankan fungsi pemerintahan dan pembangunan dengan mengikutsertakan Badan Otorita Batam.
Sejarah BATAM masa lalu
    Mungkin sebagian dari kita hanya mengetahui Batam sebagai kota Industri. Tapi, tahukah kita bahwa Batam yang berpusat di Batam Centre ini hanya kota kecil yang terdiri dari 12 kecamatan..???
Nama Batam sendiri dahulunya adalah Pulau Batang - yang ditandai pada sebuah peta perlayaran VOC tahun 1675 yang masih tersimpan di perpustakaan Universitas Leiden. Bahkan sumber lain menyebutkan nama Batam saat ini hanya ditemukan di Traktat London tahun 1824. Menurut sejarah, Batam pertama kali dihuni oleh orang Laut, sebutan lain untuk orang Laut ini adalah orang Selat. Diperkirakan merekalah suku asli Batam yang ber-ras Melayu. Orang Selat ini menghuni Batam pertama kali pada 231 M yang disebut Pulau Ujung pada zaman Singapura. Namun, ada pula yang menyebutkan bahwa Pulau yang pernah dijadikan sebagai medan peperangan oleh Laksamana Hang Nadim dalam menumpas Penjajah ini telah ditempati oleh Orang Selat pada abad ke 14, atau tepatnya diakhir tahun 1300an. Mereka menempati wilayah ini sejak Zaman kerajaan Tumasik - yang saat ini disebut - Singapura. 
   Pulau Batam saat itu dipimpin oleh Laksamana Hang Nadim, yang berpusat di Bentang - saat ini di sebut - Pulau Bintan. Lalu dipimpin oleh Sultan Johor hingga pertengahan abad ke 18 yang mana kerajaan Malaka saat itu dalam masa kejayaan. Hingga terbentuklah kerajaan Riau Lingga yang dipimpin oleh Yang Dipertuan Muda Riau. Kemudian dari berbagai silsilah keluarga kerajaan Melayu ini disebut - sebutlah nama Raja Isa.
    
   Raja Isa sendiri adalah Putra dari Raja Ali dengan Permaisurinya yang bernama Raja Buruk binti Raja Abdulsamad. Raja Ali sendiri adalah cucu dari Yang Dipertuan Muda Riau V ibni Daeng Kamboja Yang Dipertuan Muda Riau III. Dari silsilah keluarga kerajaan tersebut, jelaslah bahwa Raja Isa masih keturunan Yang Dipertuan Muda Riau. Pada zamannya, Raja Isa adalah tokoh penting dalam keluarga kerajaan Riau.

   Menurut penuturan sejarah, Raja Isa lah yang kemudian membuka sebuah perkampungan baru di Batam yang kemudian diberi nama ' Nongsa'. Namun, apakah benar bahwa Raja Isa lah yang menbuka ' Nongsa'?? Entahlah, ada dua sumber yang menguatkan akan kebenaran jejak sejarah ini, yakni: Sumber Belanda dari tahun 1833 [Beknoopte Aantekening over het Eiland Bintang 1833] dan 1837 [Beknopte Aantekening van Het Eiland Bintang Nederlansch Etablissant en Eenige daar toe Behoorende Eilande 1837] yang masih tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta.

   Raja Isa lah yang kemudian memerintah Nongsa dengan gelar Sultan Abdulrahman Syah Lingga-Riau selama kurang lebih 20 tahun ( 1812 - 1832). Lalu, saat Raja Isa wafat pada tahun 1832, tampuk kerajaan kemudian dikendalikan oleh Yang Dipertuan Muda Riau ( Raja Muhammad Yusuf ) berpusat di Pulau Penyengat. Pada 1895, Yang Dipertuan Muda Riau V Raja Muhammad Yusuf menunjuk Tengku Umar bin Tengku Mahmud untuk 'mengelola' Batam yang berpusat di Pulau Buluh. 
   
   Hingga akhir kejayaan kerajaan Melayu pada abad 1911, Batam dipimpin oleh Raja Jaafar yang kemudian dihapuskanlah Kerajaan Riau - Lingga oleh pemerintah Hindia Belanda pada  tahun 1913 (Lagi - lagi Belanda... Huufff..!!!).

Perkembangan Batam setelah runtuhnya sistem Kerajaan Riau-Lingga

   Di era 1960an, Batam ditunjuk sebagai Basis Logistik minyak bumi yang bersumber di Sambu. Lalu, sepuluh tahun kemudian, Batam ditetapkan sebagai Lingkungan Kerja Daerah Industri dengan dukungan dari Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam yang dikenal sebagai Badan Otorita Batam, yang berlandaskan pada Kepres no. 41 tahun 1973. Dilanjut dengan disahkannya Peraturan Pemerintah pada tahun 1980an, dengan no.34 tahun 1983 yang menegaskan bahwa Kecamatan Batam ditingkatkan menjadi Kotamadya Batam yang Bertugas menjalankan Administrasi Pemerintahan dan Kemasyarakatan dan mendukung pembangunan yang dilakukan Otorita Batam.

   Pada akhir tahun 1990an, berdasarkan pada Undang - Undang no.53 tahun 1999, maka Kotamadya Batam disahkan menjadi Daerah Otonomi untuk menjalankan fungsi Pemerintahan dan Pembangunan dengan bekerjasama dengan Badan Otorita Batam. Lalu, setelah melalui proses panjang selama hampir 2 tahun, akhirnya dikeluarkanlah Undang - Undang no.25 tahun 2002 tentang pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.
Hingga kini, Batam telah disahkan menjadi bagian dari wilayah Kepulauan Riau yang berpusat di Tanjung Pinang.

Tempat Wisata Terpopuler di Batam

Batam adalah sebuah kota perindustrian, meski demikian pesona tempat wisata di Batam masih dapat Anda temukan dengan menjelajahi kota Batam.
Setelah Medan dan Palembang, Batam adalah sebuah kota dengan populasi penduduk terbesar ketiga di Pulau Sumatera. Karakteristik pariwisata di Batam adalah wisata kota, ini sangat didukung dengan ketersediaan infrastruktur yang lengkap di kota tersebut.
Sebagai bagian dari wilayah Provinsi Kepulauan Riau, Batam juga memiliki tempat wisata bahari yang menawan. Ini dapat Anda temukan dengan mengunjungi Pantai Nongsa atau Pantai Melur Pulau Galang, serta sejumlah pantai lainnya.
Reputasi Batam sebagai tempat berbelanja barang branded memang telah dikenal sejak lama, ini tidak tak terlepas dari sifat yang melekat padanya sebagai sebuah kawasan otorita khusus untuk perdagangan (ekonomi). Namun, sejumlah tempat wisata di Batam di bawah ini adalah destinasi wisata favorit yang dapat Anda kunjungi.



Tempat Wisata di Batam

Berikut ini adalah tempat wisata di Batam yang populer di kalangan penikmat perjalanan.
Jembatan Barelang Batam
Jembatan Barelang Batam

1. Jembatan Barelang

Barelang adalah akronim yang diambil dari nama tiga tempat, yaitu Batam, Rempang, dan Galang.
Inilah jembatan penghubung kota Batam dengan pulau-pulau lain di sekitarnya, seperti Pulau Nipah, Pulau Tonton, Pulau Rempang, Pulau Galang, dan Pulau Galang Baru.
Sejatinya, keberadaan jembatan tersebut adalah untuk menopang pertumbuhan industri yang memang dirancang di tempat-tempat tersebut.
Jembatan ini adalah ikon kota Batam. Tak ayal, mereka yang mengunjungi Batam kerap datang ke jembatang Barelang walau hanya sekedar untuk bersantai, atau yang paling sering dilakukan adalah mengambil foto dengan latar belakang sekitar jembatan.
Pantai Nongsa Batam
Pantai Nongsa Batam

2. Pantai Nongsa

Pantai Nongsa adalah destinasi wisata pantai dengan panorama laut yang paling indah di Batam.
Nongsa adalah nama sebuah kecamatan. Jika Anda ingin menikmati keindahan pantai di Batam, maka Nongsa adalah tujuan paling tepat.
Terdapat sejumlah resort hingga lapangan golf di sana.
Anda dapat menikmati wisata pantai di Batam dengan menginap di resort-resort yang ada.
Pantai Melur Pulau Galang
Pantai Melur Pulau Galang

3. Pantai Melur Pulau Galang

Di pantai Melur Pulau Galang, Anda dapat menjumpai banyak kegiatan pantai yang menarik, di antaranya adalah berenang hingga olahraga pantai.
Permainan voli pantai dan sepakbola pantai adalah yang paling sering ditemukan di pantai ini.
Banyak orang suka untuk berolahraga di tempat wisata Batam yang satu ini. Berenang di pantai Melur Pulau Galang juga tak kalah mengasyikkan.
Mega wisata Ocarina
Mega wisata Ocarina

4. Mega Wisata Ocarina

Mega Wisata Ocarina adalah sebuah kawasan wisata terpadu, direncanakan akan semegah Ancol di kota Jakarta. Tersedia banyak wahana permainan di tempat wisata Batam yang satu ini, di antaranya Giant Wheel, Trampolin, Flying Fox, Sepeda Air, Water Boom, dan lain-lain.
Sebagai sebuah kawasan wisata terpadu, Anda dapat menikmati santap makanan dengan mendatangi Kampoeng Indonesia yang ada di Megawisata Ocarina.
Tersedia berbagai makanan khas Indonesia yang dapat Anda pilih.
Pantai Marina Batam
Pantai Marina Batam

5. Pantai Marina

Inilah tempat wisata di Batam yang sangat cocok bagi Anda untuk menikmati wisata bersama keluarga dan anak-anak. Di Pantai Marina, tersedia taman hijau sebagai tempat bermain anak-anak Anda.
Karena posisinya yang menghadap ke selat Singapura, Anda dapat menyaksikan panorama gedung-gedung pencakar langit yang ada di negeri tetangga tersebut.
Salah satu yang menarik, di pantai ini Anda dapat menemukan sebuah panorama sunset yang indah, berlatar daratan Tanjung Uncang yang merupakan daerah industri galangan kapal dengan alat-alat beratnya yang menjulang tinggi.
Bukit Senyum Batam
Bukit Senyum Batam

6. Bukit Senyum

Inilah tempat menyaksikan panorama kota Singapura tatkala malam hari. Di Bukit Senyum, Anda akan melihat kilau gemerlapnya cahaya bangunan-bangunan yang ada di Singapura.
Dengan bersantai di rerumputan atau duduk di bangku yang tersedia di sana, bercengkrama dan menyaksikan panorama kota Singapura tersebut akan menjadi hal yang mengasyikkan.
Oleh karenya, Bukit Senyum adalah salah satu tempat wisata di Batam yang sering didatangi orang.
Camp Vietnam
Camp Vietnam

7. Camp Vietnam di Pulau Galang

Masyarakat di sana secara umum menyebutnya Camp Vietnam. Camp Vietnam adalah bekas camp para pengungsi asal Vietnam yang pernah tinggal di Pulau Galang dari tahun 1979 sampai 1996.
Mereka pergi keluar dari negaranya akibat konflik politik dan militer yang meluas di kawasan Indochina (Kamboja, Vietnam, dan Laos).
Di camp ini, Anda masih dapat menyaksikan sisa-sisa peninggalannya, seperti rumah sakit PMI, rumah sakit UNHCR, museum, gereja, pagoda, hingga pemakaman. Tempat wisata Batam yang satu ini terbuka untuk publik setiap hari, mulai dari pukul 7.30 pagi hingga 17.30 sore.