Untuk wisata kuliner, bagi saya ada dua tempat yang menjadi favorit saya, yaitu sop ikan batam di Nagoya dan aneka makanan laut seafood di komplek harbour bay. Untuk yang di Nagoya, favorit saya adalah sop ikan batam, ikan masak asam manis, dan rebus kerang gonggong. Untuk menu favorit saya di restoran-restoran yang berada di komplek harbour bay adalah aneka seafood-nya dengan suasana restoran pinggir laut yang dapat menikmati pemandangan kota Singapura dari kejauhan serta aroma bau laut yang khas.
Untuk harga-harganya, termasuk wajar, bahkan untuk menu yang sama, harganya relatif lebih murah dari harga di Jakarta. Sehingga jangan heran, banyak warga Singapura datang ke kota Batam hanya sekedar untuk menikmati makan malam saja. Mana ada harga semurah itu untuk satu menu yang sama di Singapura? Apalagi singapura – batam dapat ditempuh dengan naik fery seharga Rp 400 rb/orang untuk pulang pergi.

Mi lendir. (Foto: Arif RH).
“Mi lendir itu kayak apa?” tanyaku heran.
“Pokoknya liat aja besok pagi. Susah menjelaskan kalau nggak ngeliat sendiri,” jawabnya sambil tertawa kecil.
Keesokan hari sekitar pukul 06.30 WIB temanku menjemputku di hotel. “Ada dua temanku yang sudah di Nagoya untuk memesankan kursi untuk kita,” katanya.
Nagoya salah satu pusat perekonomian di Batam. Kawasan ini tak pernah tidur sepanjang 24 jam. Aku dan temanku naik mobil, dan sekitar setengah jam kami tiba di Nagoya. Dua anak buah temanku menyambut kedatangan kami. Selanjutnya kami menuju ke warung mi lendir. Pagi itu banyak sekali yang sarapan mi lendir. Mi lendir berupa mi rebus, kuah, saos, dan telur. Aku mencicipi sedikit kuahnya. Hmmmm…nikmat. Lalu aku mulai makan mi dan telurnya. Rasa mi lendir memang berbeda dengan mi rebus di tempat-tempat lain.
“Gimana? Mantap kan?” tanya temanku.
“Sip,” kataku.
Setelah sarapan mi lendir, aku bersama temanku dan seorang anak buahnya meluncur ke Pelabuhan Punggur, Batam. Kami lalu naik kapal Baruna Permai menuju ke Kota Tanjungpinang, ibukota Provinsi Kepulauan Riau. Tanjungpinang terletak di Pulau Bintan. Sekitar sejam perjalanan kami tiba di Pelabuhan Tanjungpinang, dan di pelabuhan itu telah menunggu seorang pemuda yang ternyata anak buah temanku. Kami kemudian meninjau sebuah lokasi proyek raksasa yang digarap oleh temanku.

Martabak dan teh tarik. (Foto: Arif RH)
Sekitar sejam kami di lokasi proyek, lalu kami menuju ke kedai kopi Pagi Sore di Tanjung Pinang pukul 12.00 WIB. Menu khas kedai itu Pagi Sore adalah martabak dan teh tarik. Sebenarnya aku masih kenyang. Namun, untuk menghormati temanku yang bercerita panjang lebar tentang kenikmatan martabak di restoran itu, aku menyantap martabak. Eh, bener kata temanku, rasanya nikmat.
“Di Tanjungpinang banyak yang berjualan martabak, tapi yang paling terkenal martabak di kedai Pagi Sore ini. Lokasinya strategis, di jantung kota, dan rasanya lezat,” kata temanku.
Kami melanjutkan perjalanan ke Tanjung Lagoi, Kabupaten Bintan, meninjau perkembangan sebuah hotel dan pembangunan pelabuhan. Perjalanan ke Tanjung Lagoi memakan waktu kurang lebih dua jam. Temanku punya andil dalam pengurusan perizinan pembangunan hotel dan pelabuhan milik pengusaha asing itu. Manajer dan para karyawan hotel menyambut hangat kedatangan kami. Manajer hotel menawari kami bersantap siang. Karena masing kenyang, aku dan teman-teman hanya memesan orange juice, kopi, dan teh manis.

Keong menu utama di Bintan Sayang Resort. (Foto: Arif RH)
Sabtu (22/2/2014) hari terakhir tugasku. Sekitar pukul 09.00 WIB temanku mengajak sarapan sop ikan di Restoran Yong Kee yang berlokasi di Nagoya. “Kalo ke Batam nggak mampir ke Restoran Yong Kee nggak afdol. Restoran Yong Kee dengan menu utamanya sop ikan ini sangat terkenal,” ujar temanku dengan penuh semangat.

Sop ikan di Restoran Yong Kee di kawasan Nagoya, Batam. (Foto: Arif RH)
GONG GONG
Gong Gong atau Siput merupakan makanan khas masyarakat di Kepulauan Riau. Makanan ini biasanya diolah dengan cara direbus lalu dimakan begitu saja dengan sambal khusus. Gong gong tidak hanya terkenal di Kepri tetapi juga sudah dikenal hingga ke Malysia, Singapura, Korea, Thailand hingga India karena rasa dan aromanya yang khas. Di Kepri sendiri, hewan laut ini banyak ditemukan di perairan Desa Lobam, Tanjung Uban, Pulau Bintan, dan Batam. Kandungan gizi gong gong sangat tinggi bahkan sebagian orang percaya dengan makan gong gong, mampu merasang pertumbuhan hormon serta meningkatkan vitalitas. MIE TATEMPA
Mie Tapempa atau Mie Siantan berbahan mie kuning dari tepung terigu, telur, kecambah dan potongan ikan laut yang digoreng dengan bumbu cabai serta khas ini sangat mudah ditemui kalu anda berada di Kabupaten Anambas tetapi anda tidak perlu jauh-jauh ke sana utuk menikmatinya. Di Tanjung Pinang ada satu tempat yang sudah terkenal menjual mie. Tapempa yakni kedai kopi selera Bintan yang beralamat di jalan Basuki Rahmat. LEMPOK DURIAN
Lempok durian adalah sejenis dodol yang dibuat dari buah durian Siantan yang lezat. Panganan khas Anambas ini memiliki rasa yang khas dan lebih legit jika dibandingkan lempok durian buatan Sumatera ataupun Kalimantan. Pembuatan lempok ini dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat dengan teknologi sederhana. Untuk mendapatkannya. Anda bisa membelinya di sejumlah kedai makanan yang tersebar di sejumlah titik di Kota Tarempa atau Letung. LAKSE
Lakse adalah makanan sejenis mie yang dicampur dengan bumbu racikan khas Tionghoa dan Melayu. Lakse memiliki bentuk mie bulat putih dan sedikit tebal. Nama lakse diambil dari bahasa sansekerta yang mempunyai arti banyak, menunjukan bahwa mie lakse dibuat dengan berbagai bumbu. Lakse khas Anambas masuk dalam kategori lakse kari. Kuahnya yang lemak dan pedas serta kaya akan rempah, dijamin enak dan membuat anda ketagihan untuk mencobanya lagi. KERUPUK ATOM
Makanan renyah khas Anambas ini terbuat dari ikan tongkol rasanya yang lezat dan gurih ini sangat cocok untuk dinikmati sebagai cemilan maupun teman makan anda. Di kota Tarempa atau Letung, panganan tradisional ini bisa diperoleh di kedai-kedai atau langsung ke tempat membuatnya. Umumnya kerupuk atom ini diproduksi oleh rumah tangga dan dalam jumlah terbatas. Produsennya bahkan kadang hanya memproduksi unuk memenuhi pesanan saja. TEH TARIK
Teh tarik adalah minuman khas Kepri yang umumnya diracik oleh mereka yang beretnis Inda. Minuman ini berupa teh yang diberi susu kental manis yang dituangkan dari satu gelas ke gelas lainnya (ditarik). Dalam proses penarikan ini, kandungan-kandungannya teh dan susu menjadi semakin tercampur rata dan aromanya juga ke luar. Proses penarikan ini juga membantu mendinginkan suhu minuman dan memberikan lapisan busa lembut di bagian atasnya. Tidak sulit untuk menemukan teh tarik di Kepulauan Riau. Karena hampir di semua kedai kopi menjajakan minuman yang satu itu. KOPI HAWAII
Berkunjung ke Kijang Bintan, sempatkan kunjungi kedai kopi yang satu ini. Namanya kedai kopi hawaii. Konon, kopi yang diracik di kedai ini memiliki rasa yang khas, berbeda dengan kopi-kopi di tempat lain. Tertarik? Datang dan buktikan sendiri. Namun jangan kaget, kalau datang ke kedai ini, anda bisa-bisa tidak kebagian kursi sebab sejak pagi buta, kedai ini sudah dipenuhi pengunjung terutama mereka para penikmat kopi hawaii. SUP IKAN
Inilah salah satu kuliner khas Batam yang patut anda coba kalau datang ke Kota Batam. Sup ikan Batam ini biasanya berbahan ikan tenggiri dan termasuk kategori clear soup atau sup dengan kuah yang cenderung jernih. Sedikit perasa air jeruk nipis serta beberapa tetes kecap asin. Lalu kalau anda menyukai rasa pedas, silakan tambahi rajangan cabai rawit ke dalamya. Rasanya? Sudah pasti lezat dan gurih. OTAK-OTAK
Siapa yang tak kenal otak-otak? Makanan khas Indonesia ini gampang ditemui di Kepulauan Riau. Bentuk dan macamnya juga beragam. Bahan utamanya tentu berupa ikan tapi sebagian ada juga yang campuran sotong. Masng-masing daerah, memiliki kekhasan sendiri dalam meracik otak-otak. Tapi packagingnya tetap sama yakni dibungkus menggunakan daun kelapa. Otak-otak gampang ditemui di sejumlah kawasan seperti Tanjung Pinang, Kijang, Moro, Tarempa, Ranai, Batam dll. TEH OBENG
Bagi anda yang baru pertama kali belibur ke Kepulauan Riau jangan kaget apabila anda tidak menemukan kata-kata es teh manis dalam daftar menu yang ditawarkan kedai atau restoran. Sebab, di Kepri orang lebih familir menyebut es teh manis dengan sebutan “teh obeng” istilah “teh obeng” berasal dari kata “peng” yang dalam bahasa Tionghoa bermakna es. Namun kebanyakan masyarakat Melayu lebih sering menyebutnya dengan “beng” bukan “peng” seperti kata aslinya. Rasa teh obeng ini sendiri sama halnya dengan es teh manis kebanyakan.IKAN BAKAR
Bagi anda penggamar makanan seafood, kalau bertandang ke Kepulauan Riau, coba jajal ikan bakar. Di daerah lain, orang biasanya kerap menggunakan kecap sebagai bumbu utama, tapi di kepri, bumbu ikan bakar adalah kunyit dan bawang putih. Tentu saja rasa yang didapat berbeda. Lebih gurih dan renyah. Banyak pilihan jens ikan yang ditawarkan, mulai dari ikan Selar Bawal, Pari, Bulat, Sotong, Udang , dll.BATANG BURUK
Filosofi “Biar pecah dimulut jangan pecah ditangan” menggambarkan bagaimana seseorang bangsawan mempunyai etika pada saat makan. Tak terkecuali ketika sedang mencicipi sebuah panganan. Apabila seseorang bangsawan terburu-buru dan ceroboh ketika makan atau mencicipi panganan, maka mencermikan betapa buruknya tingkah laku bangsawan tersebut. Inilah sebuah pesan bijak dari sebuah pangan kalangan bangsawan melayu bernama kue batang buruk. Nama boleh buruk, tapi cita rasanya yang lezat akan membuat anda ketagihan. KUE BERAM DERAM
Deram deram merupakan kue tradisional khas melayu yang banyak terdapat di Tanjung Pinang khususnya di Pulau Penyengat. Kue ini bentuknya seperti donat yan memiliki lubang di tengahnya. Hanya saja ukuranya lebih kecil dan tentu cita rasa yang dihasilkan berbeda. Penasaran? Jangan luput membeli panganan ini kalau bertandang ke Tanjung Pinang atau Pulau Penyengat. KUE BILLIS GULUNG
Kue billis gulung biasanya dinikmati masyarakat Kepulauan Riau sebagai camilan sore atau teman menonton televisi. Rasanya gurih dan enak. Karena bisa tahan lama hingga beberapa bulan, kue ini cocok dijadikan sebagai buah tangan.untuk memperoleh kue billis ini hampir ada di setiap toko oleh-oleh. Untuk setiap 300 gram kue billis gulung dihargai sekitar Rp.30.000,00KEK PISANG VILLA
Bagi anda yang ingin berwisata ke Kota Batam, maka anda wajib mencoba oleh-oleh khas Batam yang satu ini, yakni Kek Pisang Villa. Panganan yang satu ini memiliki variasi rasa yang sangat menrik yaitu : blackforest, blueberry, chesse, choconut, mixfruit, mocha, dan original. Dengan kemasan yang menarik, serta rasanya yang enak, kek pisang villa bisa anda jadikan oleh-oleh untuk keluarga kolega, tetangga,serta atasan anda.







